Mimpi dari Iblis

by - 9:53 AM

Saya beberapa mengalami mimpi dimana dalam mimpi itu saya mencintai seseorang yang dalam kehidupan nyatanya tidak saya cintai. Namun di dalam mimpi itu, saya benar-benar mencintai, menyayangi bahkan merasakan pedih kehilangannya. Di dalam mimpi saya biasanya seseorang itu akan meninggalkan saya, meninggal atau pergi dengan seseorang lain. Saya menangis di dalam mimpi itu sampai nafas saya sesak. Saya betul-betul mencintainya, kenapa ini yang terjadi? Kira-kira itulah apa yang saya pikirkan ketika sedang bermimpi. Ketika bangun, sisa-sisa perasaan sedihnya itu masih terasa seperti air mata saya yang meleleh dan sesegukan. Setelah beberapa detik perasaan itu lenyap. Biasanya saya akan membuat sebuah puisi untuk orang yang saya tangisi dalam mimpi itu, hanya sekedar untuk mengingat betapa anehnya perasaan yang muncul saat itu. Apakah pembaca juga pernah mengalami hal yang sama?

Saya pernah menangisi beberapa orang yang saya kenal dalam hidup saya, tapi kebanyakan adalah keluarga. Jadi saya berasumsi kalau saya mungkin menyimpan perasaan khusus pada orang yang saya impikan itu tapi saya tidak menyadarinya. Setidaknya itulah yang pikiran yang saya tanamkan dalam pikiran saya sebelum akhirnya mimpi yang sama terulang tadi malam.

Tadi malam saya memimpikan seorang pria, saya mengenal pria itu sebagai kenalan saya. Saya tidak pernah terlibat dalam hal percintaan dengannya, hubungan diantara kami hanya terjalin karena kami saling kenal dan sekedar ramah tamah saja. Selebihnya kami tidak pernah berbicara banyak. Tetapi tadi malam, saya memimpikan dia akan pergi jauh dan lagi-lagi saya menangis sesegukan. Saya terbangun oleh suara alarm kemudian saya menoleh ke sisi kanan saya. Ada sesosok pria yang tidur di samping saya, nafasnya terdengar berat karena tidurnya miring sedikit menelungkup dan kepalanya menempel di bahu kanan saya. Saya segera mematikan alarm kemudian memandang lelaki di samping saya ini.

Beberapa bulan lalu saya menikah dengan lelaki ini, lelaki ini adalah suami saya dan satu-satunya orang yang saya cintai sebagai lawan jenis saya. Lelaki ini bukan hanya ada di kehidupan nyata saya, di kehidupan maya bahkan di kehidupan mimpi pun seharusnya dialah satu-satunya dan mimpi saya telah mengkhianati lelaki ini. Tidak lama saya kemudian ingat dengan kata-kata lelaki ini kepada saya, lelaki itu bilang, "Iblis sangat iri pada suami isteri yang damai, yang hatinya tentram, maka dia akan membisikan, menggoda dengan cara apapun agar salah satunya bertengkar meskipun hanya karena persoalan kecil." Segera saya beristighfar beberapa kali sampai rasa kantuk saya hilang di pelupuk mata. Saya memegang tangan suami saya itu, rasanya hangat sekali. Kemudian saya mencium keningnya beberapa kali dan masih dengan beristighfar dalam hati.

Semenjak lelaki itu mengucapkan ijab kabul yang menggetarkan Arsy', saya meniatkan dalam hati bahwa dia adalah satu-satunya, tidak akan pernah ada yang lain. Saya menolak terbuai dalam mimpi hasil hasutan iblis agar saya mempertimbangkan lelaki lain selain suami saya. Setelah itu hati saya jauh lebih tenang. Tidak seperti mimpi-mimpi sebelumnya yang membuat saya ingin menulis puisi tentang seseorang, saya hanya ingin menulis untuk suami saya.

You May Also Like

0 comments