Cerita Niskala

Ketika Niskala bercerita, maka inilah ceritanya....

  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise
​;

rinduku jatuh pada setiap patahan besi rel kereta sepanjang Kiaracondong-Surabaya Gubeng. Mencoba memahami kata salah yang menyelip dalam pemikiran kau dan aku.
Tangisku tumpah di Malang, di bawah kaki Semeru yang agung. Hanya Tuhan yang persis tahu rasa ini.

Cengkraman angin dingin Ranu Pane membuatku sadar bahwa tidak ada pelukan hangat yang menangkapku 5 detik sebelum aku terjatuh. Aku bisa jatuh sendiri.

Meninggalkanmu tidak semudah berlari dari kejaran badai pasir di Kalimati. Tapi kembali padamu, senyaman membuka sepatu setelah perjalanan Ranu Pane-Kumbolo selama tujuh setengah jam.

Damai adalah bergelut bersama sms-sms lagi denganmu, seperti kembali duduk di sisi Ranu Kumbolo sambil mencelupkan kaki yang terlampau lelah berjalan.

Aku takut kehilanganmu, seperti aku takut kehilangan diriku saat mendengar letupan wedus gembel di Kalimati. Mencintaimu adalah mendamaikan rasa sakit dan bahagia.





Entah harus seperti apa.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
Apakah itu masih disebut cinta ketika mau dibagi untuk beberapa orang dan tidak menjadi satu untuk satu orang lagi?
 
Apa iya cinta itu selentur itu, bisa ditarik sepanjang apapun dan selebar apapun?
 
Apakah cinta itu selalu mengisi dari yang berlebih kepada yang fakir?
 
Aku pikir cinta itu mengikat.
 
Mengikat seseorang untuk menjadi milik kita sendiri.
 
Jika ada yang memilikinya juga, maka harus melewati cinta kita juga.
 
Tapi bisakah kita mencintai orang lain setelah kita mencintai satu orang dalam waktu yang sama?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
Kalau dulu yang kurasakan padamu adalah cinta, seharusnya aku memelukmu saat kemarin kita bertemu, bukan melewatkanmu dan menghilang.
 
 
 
 
9 November 2015
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
I like to think
That the atoms of wind
That caress my skin
Have, once, travelled
Through your lungs
 
I like to think
That the water
That I use to make my tea
Was, once, a tear of joy
On your cheek
 
I like to think
That the piece of paper,
Where I’m writing this poem,
Was, once, a tree
You liked to climb
 
I like to think
That our lives
Are more connected
Than our Facebook pages
—
P. H. Bedim
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
Merindukanmu adalah kutukan lain yang perlu kuterima sebagai balasan karena pernah mencintaimu begitu dalam. Saat itu, jika kau bisa mencintaiku dengan cara yang benar, mungkin saat ini, dustamu akan selalu kumaafkan dengan lapang dada. Kau bisa menyakiti lagi, aku menangis lagi dan kita akan tetap melewati minggu pagi bersama.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
Ada lagu yang terikat kepadamu seperti plasenta bayi pada dinding endometrium ibunya. Lagu itu mengikatmu pada perasaan yang dulu kau rasakan pada seseorang melalui lagu itu.
Orang itu sudah lama hilang. Absennya di harimu tidak lagi jadi perih. Tapi rasa kehilangannya masih terasa, perihnya sama. Dengan lagu itu, kau bisa menangis dengan air mata yang sama seperti yang keluar bertahun-tahun lalu bersama puisi dalam sedu sedan.
Dalam puisi yang entah sudah berapa kali kubuat ketika mendengar lagu itu dan mengulang sakit itu, selalu ada kalimat yang sama. Aku sudah gila ketika kehilanganmu, ini bukan berarti aku memintamu kembali dan menghapus luka. Ini hanya perih yang lama-lama kunikmati. Aku, saat itu, begitu memujamu, mencintaimu terlalu dalam.
 
 
 
 
 
Parakan Muncang, 10 Oktober 2015
00:32
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
​
Melepaskan Aang itu seperti melepaskan makhota yang sudah ditobatkan di atas kepala. Orang bodoh mana yang akan mau hidup menjadi miskin dan kelaparan? Tapi si miskin yang kelaparan itu mencari sesuatu yang baginya penting. Si miskin tidak berpikir tentang warna istananya atau warna sepatunya besok. Si miskin hanya perlu mencari makanan untuk saat ini. Untuk esok, biarkan diri si miskin yang besok yang memikirkannya. Siapa yang mau miskin dan kelaparan?
Kecuali kamu memang orang yang sangat suka sekali berpetualang.
 
 
 
 
Setiabudi, 9 Oktober 2015
 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Follow Us

  • Facebook

Popular Posts

  • Lagu yang terikat padamu
    ​ Ada lagu yang terikat kepadamu seperti plasenta bayi pada dinding endometrium ibunya. Lagu itu mengikatmu pada perasaan yang dulu kau...
  • Mimpi dari Iblis
    Saya beberapa mengalami mimpi dimana dalam mimpi itu saya mencintai seseorang yang dalam kehidupan nyatanya tidak saya cintai. Namun di dala...
  • Jatuh Cinta Lagi
    ​ Ada perasaan sama Seperti berulang kali jatuh hati pada seseorang yang sama Dan setiap terjadi, aku merasakan hangat di dalam dada ...
  • Cinta Dibagi?
    ​ Apakah itu masih disebut cinta ketika mau dibagi untuk beberapa orang dan tidak menjadi satu untuk satu orang lagi?   Apa iya cin...
  • Cinta?
    ​ Kalau dulu yang kurasakan padamu adalah cinta, seharusnya aku memelukmu saat kemarin kita bertemu, bukan melewatkanmu dan menghilang....

Featured Post

Oktober

​; rinduku jatuh pada setiap patahan besi rel kereta sepanjang Kiaracondong-Surabaya Gubeng. Mencoba memahami kata salah yang menyelip da...

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates