A Rie's Story #part1

by - 7:54 PM


Kalau diingat-ingat, saya punya teman yang sejak awal pertemanan, dia tidak pernah ingat atau secara mandiri mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya. Setiap saya berulang tahun, dia selalu harus dikomandoi teman saya yang lain, yang ingat ulang tahun saya, untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya. Padahal setiap tahun, saya selalu ingat tanggal lahirnya, juga mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Bukannya saya gila ucapan selamat ulang tahun atau apa, bukankah kita berteman sedekat yang ada di foto-foto album facebook? Bukankah kita tergabung dalam satu genk yang sama?
 
Tanggal 22 September, saya selalu ingat bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Entah melalui facebook atau sms, saya selalu mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Itu terjadi sekitar 5 tahun perkenalan kami. Sayangnya ucapan selamat ulang tahun bukan ucapan selamat pagi yang bisa semaunya diucapkan dan membuat orang itu segera ingat bahwa saya adalah orang yang ingat ulang tahunnya. Maka yang terjadi adalah meskipun kami tergabung dalam genk yang sama, meskipun kami berfoto seolah bersahabat dekat, nyatanya ya tidak seperti itu. Oh ya, FYI ya, aku mengingat tanggal ulang tahunnya bukan melalui notifikasi ulang tahun facebook atau alarm pengingat di handphone. Dan, bukankah dia seharusnya bisa menuliskan ulang tahunku di pengingat handphonenya? 😄
 
Ulang tahunnya hanya berbeda seminggu dari ulang tahunku. Kupikir seharusnya itu membuat dia mudah mengingatku, juga ulang tahunku. Tapi ternyata tidak juga. Sayapun akhirnya memutar memori di otak saya mengenai penyebab sikap cuek dan bahkan terkesan antipati pada saya. Apakah saya pernah membuatnya kesal? Apakah saya pernah membuat kesalahan yang begitu melukai hatinya? Apakah saya a b c d e?
 
Di dalam genk pertemanan kami, mungkin inipun dialami oleh genk-genk lain, terdapat hubungan yang rumit yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah. Kalau ditelusur, seharusnya teman saya yang cuek ini bencinya sama teman saya yang lain, atau mungkin sudah? Seharusnya sih bukan saya. Saya tidak pernah terlibat dalam lingkaran percintaan dia dengan siapapun, saya tidak pernah ikut campur dengan dia juga. Kok dia begitu?
 
Akhirnya, di tahun keenam pertemanan kami, saya memutuskan untuk berhenti mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Terbukti di 11 tahun pertemanan kami, berarti sudah 5 tahun saya berhenti mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dia seolah tidak merasakan atau bereaksi apapun. Jadi akhirnya saya juga santai saja. Umur saya tetap bertambah dari segi angka dan berkurang dari segi waktu, dengan atau tanpa ucapan selamat ulang tahun darinya. Tahun inipun sama, dia tidak mengucapkan juga, meskipun di facebook ada notifikasi ulang tahun saya dan dia baru saja mengunggah status mengenai kehamilannya.

You May Also Like

0 comments