A Rie's Story #part1
Kalau
diingat-ingat, saya punya teman yang sejak awal pertemanan, dia tidak
pernah ingat atau secara mandiri mengucapkan selamat ulang tahun untuk
saya. Setiap saya berulang tahun, dia selalu harus dikomandoi teman saya
yang lain, yang ingat ulang tahun saya, untuk mengucapkan selamat ulang
tahun untuk saya. Padahal setiap tahun, saya selalu ingat tanggal
lahirnya, juga mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Bukannya saya
gila ucapan selamat ulang tahun atau apa, bukankah kita berteman sedekat
yang ada di foto-foto album facebook? Bukankah kita tergabung dalam
satu genk yang sama?
Tanggal 22 September, saya
selalu ingat bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Entah melalui
facebook atau sms, saya selalu mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
Itu terjadi sekitar 5 tahun perkenalan kami. Sayangnya ucapan selamat
ulang tahun bukan ucapan selamat pagi yang bisa semaunya diucapkan dan
membuat orang itu segera ingat bahwa saya adalah orang yang ingat ulang
tahunnya. Maka yang terjadi adalah meskipun kami tergabung dalam genk
yang sama, meskipun kami berfoto seolah bersahabat dekat, nyatanya ya
tidak seperti itu. Oh ya, FYI ya, aku mengingat tanggal ulang tahunnya
bukan melalui notifikasi ulang tahun facebook atau alarm pengingat di
handphone. Dan, bukankah dia seharusnya bisa menuliskan ulang tahunku di
pengingat handphonenya? 😄
Ulang tahunnya hanya
berbeda seminggu dari ulang tahunku. Kupikir seharusnya itu membuat dia
mudah mengingatku, juga ulang tahunku. Tapi ternyata tidak juga. Sayapun
akhirnya memutar memori di otak saya mengenai penyebab sikap cuek dan
bahkan terkesan antipati pada saya. Apakah saya pernah membuatnya kesal?
Apakah saya pernah membuat kesalahan yang begitu melukai hatinya?
Apakah saya a b c d e?
Di dalam genk pertemanan
kami, mungkin inipun dialami oleh genk-genk lain, terdapat hubungan yang
rumit yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah. Kalau ditelusur,
seharusnya teman saya yang cuek ini bencinya sama teman saya yang lain,
atau mungkin sudah? Seharusnya sih bukan saya. Saya tidak pernah
terlibat dalam lingkaran percintaan dia dengan siapapun, saya tidak
pernah ikut campur dengan dia juga. Kok dia begitu?
Akhirnya,
di tahun keenam pertemanan kami, saya memutuskan untuk berhenti
mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Terbukti di 11 tahun pertemanan
kami, berarti sudah 5 tahun saya berhenti mengucapkan selamat ulang
tahun padanya, dia seolah tidak merasakan atau bereaksi apapun. Jadi
akhirnya saya juga santai saja. Umur saya tetap bertambah dari segi
angka dan berkurang dari segi waktu, dengan atau tanpa ucapan selamat
ulang tahun darinya. Tahun inipun sama, dia tidak mengucapkan juga,
meskipun di facebook ada notifikasi ulang tahun saya dan dia baru saja
mengunggah status mengenai kehamilannya.
0 comments