Lagu yang terikat padamu
Ada
lagu yang terikat kepadamu seperti plasenta bayi pada dinding
endometrium ibunya. Lagu itu mengikatmu pada perasaan yang dulu kau
rasakan pada seseorang melalui lagu itu.
Orang itu
sudah lama hilang. Absennya di harimu tidak lagi jadi perih. Tapi rasa
kehilangannya masih terasa, perihnya sama. Dengan lagu itu, kau bisa
menangis dengan air mata yang sama seperti yang keluar bertahun-tahun
lalu bersama puisi dalam sedu sedan.
Dalam puisi
yang entah sudah berapa kali kubuat ketika mendengar lagu itu dan
mengulang sakit itu, selalu ada kalimat yang sama. Aku sudah gila ketika
kehilanganmu, ini bukan berarti aku memintamu kembali dan menghapus
luka. Ini hanya perih yang lama-lama kunikmati. Aku, saat itu, begitu
memujamu, mencintaimu terlalu dalam.
Parakan Muncang, 10 Oktober 2015
00:32
0 comments